Penyebab

Migraine Causes

Migrain merupakan nyeri kepala yang terasa berdenyut-denyut. Berbeda dari sakit kepala biasa, migrain hanya menyerang bagian kepala tertentu saja alias parsial, atau dalam bahasa awam disebut sakit kepala sebelah.

Siapa saja bisa mengalami migrain, walaupun menurut penelitian, wanita lebih sering mengalaminya dibandingkan pria. Waktu menyerangnya pun seringkali tanpa pertanda, meski tubuh telah menunjukkan gejalanya.

Bila Anda kurang peka dengan kode yang tubuh coba sampaikan, kenali faktor-faktor penyebab migrain berikut. Dengan mengenalinya, paling tidak Anda dapat mengatur aktivitas dengan lebih baik saat melakukan hal-hal yang berhubungan dengan penyebab migrain dan mengantisipasi datangnya migrain di kemudian hari.

Perubahan di batang otak dan interaksi dengan saraf trigeminal, jalan sakit utama, mungkin terlibat. Jadi mungkin ketidakseimbangan dalam bahan kimia otak-termasuk serotonin, yang membantu mengatur rasa sakit pada sistem saraf Anda.

Ada sejumlah pemicu migrain, termasuk:

  1. Perubahan hormonal pada wanita. Fluktuasi atau peningkatan dalam estrogen, seperti sebelum atau selama periode menstruasi, kehamilan dan menopause, tampaknya memicu sakit kepala di banyak wanita.
    Obat hormonal, seperti kontrasepsi oral dan terapi penggantian hormon, juga dapat memperburuk migrain. Beberapa wanita, Akantetapi, sebagian besar wanita berkata  migrain mereka terjadi lebih jarang ketika menggunakan obat-obatan tersebut.
  2. Menatap monitor terlalu lama. Duduk di depan layar monitor selama berjam-jam yang memancarkan radiasi dapat menjadi pemicu migrain. Kondisi ini akan semakin buruk bila perpaduan antara cahaya ruangan dan komputer tidak seimbang, yang menyebabkan ketegangan dan kelelahan pada mata.
  3. Minuman. Ini termasuk alkohol, terutama anggur, dan terlalu banyak kafein, seperti kopi.
  4. Stres. Stres di kantor atau rumah dapat menyebabkan migrain.
  5. Stimuli sensorik. Lampu terang dan silau matahari dapat menginduksi migrain, seperti Suara yang terlalu nyaring. Bau Parfum yang menyengat, menyentuh cat dinding yang tipis, asap / polusi dan hal lainnya yang juga memicu migrain pada beberapa orang.
    Sensitivitas setiap orang terhadap suara berbeda-beda. Namun, bila Anda kerap mengalami migrain setelah mendengar suara yang keras dan mengganggu, cobalah untuk menjauh dari kondisi semacam ini.
    Suara yang bising juga berpotensi meningkatkan level stres yang memperburuk keadaan. Sebagai langkah mencegah migrain, bawalah penutup telinga untuk membantu meminimalkan suara keras yang masuk ke telinga saat berkunjung ke tempat-tempat tertentu.
  6. Pola Tidur yang berubah. Kurang tidur, Terlalu banyak tidur atau Jet Lag dapat memicu migrain pada beberapa orang.
  7. Faktor fisik. Melakukan Kegiatan yang Intens, angkat berat, menaiki tangga, berlari, termasuk aktivitas seksual, mungkin memprovokasi migrain.
  8. Perubahan cuaca. Perubahan cuaca atau tekanan barometer dapat memicu migrain.
  9. Obat. Kontrasepsi oral dan vasodilator, seperti nitrogliserin, dapat memperburuk migrain.
  10. Makanan. Keju yang didiamkan terlalu lama dan makanan olahan yang asin mungkin memicu migrain. Jadi terkadang banyak orang memilih tidak makan atau puasa.
  11. Aditif makanan. Ini termasuk pemanis aspartam dan pengawet monosodium glutamat (MSG), ditemukan dalam banyak makanan.

Suara dapat memicu datangnya migrain

Faktor risiko

Beberapa faktor membuat Anda lebih rentan untuk memiliki migrain, termasuk:

  1. Sejarah keluarga / Keturunan. Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan migrain, maka Anda memiliki kemungkinan yang besar untuk mengidap migrain juga.
  2. Umur. Migrain dapat dimulai pada usia berapa pun, meskipun yang pertama sering terjadi selama masa remaja. Puncak Migran cenderung terjadi di 30-an.
  3. Jenis kelamin. Perempuan tiga kali lebih memungkinkan untuk mengidap migrain.
  4. Perubahan hormonal. Untuk wanita yang memiliki migrain, sakit kepala mungkin dimulai sebelum atau segera setelah siklus menstruasi. Mereka mungkin juga berubah selama kehamilan atau menopause. Migrain umumnya membaik setelah menopause.

Komplikasi

Menggunakan kombinasi obat penghilang rasa sakit, seperti Excedrin selama lebih dari 10 hari sebulan selama tiga bulan atau dalam dosis yang lebih tinggi dapat memicu overdosis yang serius, Hal yang sama berlaku jika Anda mengkonsumsi aspirin atau ibuprofen (Advil, Motrin IB, lain-lain) selama lebih dari 15 hari sebulan atau triptans, sumatriptan (Imitrex, Tosymra) atau rizatriptan (Maxalt), selama lebih dari sembilan hari sebulan.

Overdosis dan Overuse terjadi ketika obat berhenti menghilangkan rasa sakit dan mulai menyebabkan sakit kepala. Anda kemudian akan menggunakan obat nyeri lainnya, dan siklus yang sama akan terulang kembali.

Sebisa mungkin hindari terlalu banyak mengkonsumsi / ketergantungan kepada obat obatan sejenis aspirin karena akan membahayakan kesehatan dalam penggunaan jangka Panjang.